Posts

Showing posts with the label personal

Decisions, decisions.

 A driver of a family member just dropped off things at my house and the driver was just so friendly and communicative. Thought about that and I make an assumption that he has been with the family for so long that he just felt comfortable around everyone just like another family member. I don't have any kind of service helpers in my house, not maid, not a driver, not a gerdener, we do things by ourselves. Then it just came to my mind about having such big home that I will require help of any kind. I imagined about having loyal people to work in my house and be able to treat them like family. I also been thinking about having a booker because I cannot afford a manager at this point, I have a person in mind but I'm just too lazy to do all the talking and briefings, but I've been overwhelmed with the administrative things that I have to do to run my business. I'm really thinking of expanding my services by opening classes and having teams all together. It should start some...

Waktu Luang

Lagi ada waktu bener-bener libur seminggu setelah pekerjaan kembali normal setelah kehadiran corona, akhirnya nonton Netflix dan ketemu dokumenter soal Elisa Lam di Cecil Hotel. Setelah nonton di Youtube, karena yang di Netflix kelamaan dan bertele-tele, intinya si Elisa ini memang mengalami depresi dan bipolar. Memang pas gue lagi nonton footage yang di Netflix itu pas dia di dalem lift sendirian, gue entah kenapa gak merasa dia aneh, karena gue juga suka ngelakuin hal gak jelas tanpa alasan kalo lagi sendirian. Terus nontonlah di Youtube yang nyeritain soal penyakitnya dan emang itu masuk akal banget. Intinya dia lagi ada kurang minum obat yang bikin dia jadi halusinasi ditambah dia memang suicidal . RIP Elisa. Nah yang gue merasa relate dengan si Elisa ini adalah, dia suka nulis untuk meringankan depresinya. Ketika denger itu gue mikir, iya sih dari dulu gue kalo udah stress gitu kebanyakan overthinking buat hal-hal gak penting, larinya pasti ke nulis. Setelah gue pikir-pikir, gue i...

Just When I'm About To Give Up

Image
I was given the very thing I was always asking for. Love. As cheesy as it gets, that's just how life works. You can ask all your life, but God will give what you need in the time you're ready, not when you want it. Gue minta berkali-kali, doa berkali-kali, minta Tuhan kasih apa yang gue mau, Tuhan kasih, tapi akhirnya gue sendiri juga yang merasa yang gue mau gak bikin gue bahagia, gak bikin gue berhenti mencari. Gue malah mikir, bener gak sih apa yang gue minta? Dikasih sih, tapi kok gue merasa bukan ini yang gue mau. Akhirnya berserah dan let Jesus took the wheel , gak sampe gue sempet mikir tau-tau mau dikenalin sama orang dari temen yang juga jarang banget ketemu, tau ya gitu-gitu aja. Orangnya yang mau dikenalin juga bukan selera gue, tapi yaudah ngobrol dulu aja. Anehnya pas ngobrol langsung nyambung aja gitu, ngobrol sampe 2-3 jam gak berasa. Sampe 2 minggu intens banget telfonan, ngobrol, ketemu. Pas ditanya sama yang ngenalin, ada getaran gak? Gue bingung jaw...

Saat Tersadar Akan Realita

Satu bulan yang sepi, banyak waktu yang tersedia untuk berpikir dan berbicara kepada diri sendiri. Kegundahan dan rasa galau yang wara-wiri sebelumnya berkumpul dan berdiskusi. "Aku sayang dia", ku ucap pada diri sendiri. "Aku ingin menikah", pikirku lagi. Ku timang-timang berbagai alasan pro dan kontra cukup lama sampai ku putuskan untuk tidak menjadi egois. Tujuanku sekarang adalah mencari pasangan yang serius, yang artinya jika aku ingin semua berjalan lancar aku harus mencari yang juga bisa diterima oleh kedua orang tuaku. Syarat utama, syarat yang mutlak, harus juga sama-sama keturunan chinese . Memang satu ras juga belum tentu artinya hubungan dapat berjalan lancar dan baik, tetapi hal itu dianggap bisa meminimalisir miskomunikasi yang terjadi karena pola pikir dan kebiasaannya sedari kecil kurang lebih mirip. Bagi yang sudah mengenalku sedari lama pasti tau, aku tidak memiliki rasa ketertarikan dalam menjalin hubungan asmara dengan sesama chinese . Entah...

Why I Chose To Be An Agnostic

Well, my ID said that my religion is Budha, while my dad said we are a Confusius' followers. I get schooled in a catholic institution for my whole life and now I have a moslem boyfriend. I've never been in a serious learning about all the religion mentioned above but I've understand some basic. When you entitled for something you might or might not know deeply about it, you're counted as a representative for that matter. When you feel like you're a representative of some sort you grew the feeling of protecting them and you feel like you know them more than you actually do. I've come to the point where I understand that all religion means no harm to others. They all exist to give some guidelines to mankind so they have something to hold on to, something to reflect their lives to, something to give hope when all else have failed. Something I don't understand is how people use that guide line, a very peaceful one on the planet as many people think it i...

Pagi Buta

Gue suka banget sama subuh. Pokonya selepas jam 3 pagi sampe sekitaran jam 5 itu gue suka banget. Bisa jadi karena dulu waktu kuliah sering banget begadang sampe pagi ngerjain tugas yang gak kelar-kelar demi nilai yang baik. Terus juga pertama kali ikut produksi film beneran, syutingnya selalu mulai dari subuh. Sampe tidur pun gue gak apus makeup gara-gara waktu istirahatnya cuma 3 jam setelah seharian muter-muter. Waktu dijalanin, ya itu ngerjain tugas ataupun ikutan syuting, rasanya berat. Capek. Gak pengen untuk ada di sikon itu lagi, gak mau lagi nahan-nahan ngantuk dan kepaksa bangun subuh gara-gara tugas. Tapi kalo dirasa-rasa sekarang, semua kecapean dan kekurangan tidur gue itu jadi terasa menyenangkan banget. Ada rasa juga pengen balik ke masa-masa itu. Pengen ngulang lagi. Emang pasti capek bakal ngikut, tapi after feelnya itu loh yang bikin nagih.  Dan disinilah gue sekarang, abis ngerevisi power point buat presentasi. Dan ya, itu tugas kantor. Tapi entah kenapa gue...

A new phase

I'll be working on monday!! Woop woop! I am sooo very much excited!! I really wish I can do very well. I'll be in probation for 6 months and after that if my performance is great I can be an official employee! Yihiii.. But, as every new phase on my life I'll be crying like bitches for 3 months or so every night until I can fit in. But this time it's just getting worse. Gans and I are having a different day off. Mine is on saturday & sunday, while he gets the busiest on those 2 days and get a day off on monday. I really am grateful for the job I have right now. It's everything I've been dreaming on forever. But I just can't get the fact that I can't see Gans as often as we used too. I know we're both in hunts of our happy ending while reaching for our own dreams. It just feels so aching. I know we'll be alright, cause I just know that he's the one and there would be no one else. I might sound cocky but I'm a saggitarian, s...

Little Happy Things.

Growing up, I always think that to be happy, there should be something big happening. Or some sort of event that has a seal of everybody's approval of "fun". Tapi semenjak kuliah dan ketemu berbagai macam jenis orang, gue menyadari kalo untuk seneng itu gak perlu diiyain sama orang lain. Yang penting gue suka dan bahagia dengan apa yang ada di depan mata gue. Sedari awal gue bertujuan untuk menjadi seorang beauty blogger, gue selalu kepengen blog gue diliat orang. Gue pengen orang bisa tau gue dan merasa mengenal gue cuma dengan ngebaca post-post gue. Emang kalo dibanding beauty blogger lain blog gue itu masih payah bangett.. udah mau 3 taun masi gitu2 aja. Sedangkan yang lain baru 5 bulan aja followersnya udah jauuhh melewati gue, ato yg baru setaun tapi udah punya sponsor sebejibun. Tapi gue bahagia banget dengan apa yg gue capai sekarang. Emang gue sengaja gak ngiklanin blog gue ke fesbuk, twitter syalalanya, karena gue lebih ke orang yang kalo dia emang s...

Insekyur

Aku insekyur karena aku takut. Aku takut karena kita beda. Kita beda karena orang yang zaman dulu kala yang tidak kita kenal menciptakan perbedaan. Lalu kenapa kita yang harus menanggung? Aku takut. Takut kehilanganmu. Aku takut kehilanganmu karena aku terlanjur mencintaimu. Dulu memang di awal aku berpikir hanya untuk hari ini saja. Yang penting aku bahagia. Yang penting aku bisa dekat denganmu. Tapi sekarang aku melihat ke depan. Dan aku takut. Aku takut akan perpisahan. Aku takut ada satu dari kita yang berhenti berjuang. Aku takut. Aku insekyur.

Is this what I've been looking for?

Udah lumayan lama, gue tiap sama gans itu bawaannya gak percayaan. Bawaannya curiga mulu, marah-marah mulu. sampe gans juga udah sampe males ngeladenin marahnya gue. Gue pikir, cowok apaan nih pacarnya marah malah dianya sibuk buka google lah, ngapainlah, makin kesel dong gue. Tapi kemudian gue menyadari. Guenya emang udah keterlaluan. Gans salah dikit marah, gans salah jawab marah, gans gak ngelakuin sesuatu yang gue harap dia lakuin marah. Semua dibikin marah. Belakangan ini karena dia lagi magang, waktu tuh jadi mahal banget. Ketemu paling seminggu sekali, berapa jam doang. Nah udah cuma berapa jam itu aja, udah dateng jauh-jauh dari bonang sampe kosambi masih aja gue marah-marah juga untuk urusan sepele. Sampe kadang gue mikir pas lagi di tengah-tengah marah. Sebenernya apa sih yang gue permasalahin? Soal dia gak bales twit gue? Soal dia gak punya waktu buat gue (padahal pas lagi marah orangnya lagi duduk disamping gue)? Apa? Terus kemudian gue inget kalo selama ini walaupun s...

HAPPY 1ST YEAR, GANS!

Image
Yeaaayyyy... Akhirnya 1 tahunan juga ama gansss.. Mihihihihii.. Sebenernya setaon itu bener" gak kerasa banget deh. Kaya  tiap lagi ama gans waktu tuh jalannya cepeett banget, sampe gak sadar tau" udah nyampe setaon aja.. hihihi.. Jadi kemaren malem kan gans jemput gue di kampus abis gue bantuin makeup teater di untar, nah terus pas di mobil gue tanya besok mau kemana.. Eh dia sok" nanya besok ada apa.. Grrr.. Hahahah.. Terus akhirnya dia bilang mau ke harvest ato gak warpas depok. Sebenernya gue pikir kalo warpas kan di kemang juga ada, cuma dasarnya kita ini adalah pasangan katro, akhirnya tetep ke warpas depok. Pas dia bilang mau jalan ke rumah gue, gue agak kaget juga. Soalnya gue itu mulai dari mandi, dandan ama milih baju bisa ampe sejam lebih, sedangkan dari rumahnya ke rumah gue kalo naik mobil itu paling lama satu jam, ya kelipunganlah gue. Cuma setelah gue kelar semua-muanya, dia kok kaga nongol-nongol udah 1,5 jam, pas gue tanya ternyata udah deket, jadi ...

Distraction

Semester terakhir dan semester paling menyendiri. Dari kuliah semester 1 sampe semester 6, gue selalu ngegroup. ngegeng. apapun bahasanya lah itu. Deket gak deket, yang penting ada temen-temennya yang tiap kelas sama. Yang bisa gue tanyain kelasnya bener apa engga, tugasnya ada apa aja, nitip absen dan kalo dikasi tugas yang harus bikin kelompok, gue langsung tau harus kemana, gak harus ngider-ngider nanyain orang-orang boleh ikut kelompoknya apa engga. Bukannya gue terlalu sombong buat gitu, tapi gue takut. Takut sama penolakan. Dan gue juga bukan orang yang pinter begaul kanan kiri. Suka gak enakan. Dan akhirnya diem sendiri. Tapi bukan juga gue gak bisa ngomong sama orang-orang yang gue kenal. Bisa, tapi jatohnya cuma basa-basi. Entah kenapa itu. Pas ngobrol itu gue selalu gak ngeliat ke mata mereka, dimana dari yang gue pernah baca, gestur mata yang gak ngeliat ke mata lawan bicara brati pengen menyudahi pembicaraan. Bukannya gue gak suka untuk ngobrol, tapi gue cuma takut ora...

A Simple Hello

Selama 3 bulanan semenjak jadian. Gue ngerasa gue udah kenal si mas mantan gebetan  lamaaa banget, tapi di saat yang sama gue juga ngerasa 3 bulan itu bener-bener cuma sebentarr banget. Karena tiap waktu yang gue abisin bareng dia terasa cepet dan waktu dimana gue gak bareng dia selalu pengen gue cepetin biar bisa bareng dia lagi.  Sebenernya gue juga gatau gimana cara ngegambarinnya,tapi gue rasa orang yang pernah jatuh cinta pasti tau. Kalo lagi bareng dia, bahkan saat kita gak ngobrol, cuma saling ngeliat satu sama lain, rasanya kaya ada yang anget gitu di dada. Bibir maunya jadi senyum terus. Tangan rasanya mau meluk terus. Dan otak rasanya pengen ngegombal terus. Serius, rasanya pengen dia tau kalo dia makhluk paling spesial buat gue. Kadang sambil ngeliatin muka dia, gue suka  mikir. Mimpi apa gue berbulan-bulan kemaren sampe akhirnya bisa melototin sampe puas si mas-mas ganteng satu ini yang lagi duduk manis di ruang tamu gue. Dari perkenalan a la ababil sam...

Sweet Sweet Heaven on Earth

I'm being so cheessy lately, caused by no other than a freshly bloom sweet love. :) Kadang gue masih gak percaya gue bisa dapet si mantan gebetan ini. Karena gue kenal dia bener-bener sendiri, tanpa perantara, padahal 1 kampus, dan banyak yang kenal dia dan kenal gue juga. But we seem so far away from each other in the past. Kenalnya pun bener-bener di saat gue bener-bener bisa move on, di saat gue lagi random-randomnya dan dunia lagi indah-indahnya. Dan karna kerandoman (dan kalo yang dipikir-pikir sekarang nekat) itulah yang menjadi awal mula semua cerita kami berdua. *tsah* Kalo banyak pasangan sekarang yang bilang, cowok iu berubah setelah jadian, manisnya waktu PDKT doang. I've been there before. Tapi untungnya yang kali ini kita PDKTnya bener-bener standar. Gak ada tuh yang namanya si mantan gebetan nawarin mau dianter pulang apa engga, ngasih-ngasih kado pas masing-masing ultah, etsetera, etsetera. Kita cuma sempet jalan 2 kali sebelom jadian, itupun biasa banget, ngob...

Sweet Sweet

Bagi beberapa orang, hidup itu drama. Apalagi dalam konteks percintaan. Gue juga dulu gitu ssiihh, efek kebanyakan nonton sinetron, akhirnya kebanyakan ngarep sama pacar. "Yang namanya pacar mestinya bantuin gue ngapa-ngapain dong!" "Lu kan pacar gue, kok lu milihnya sekelompok tugas sama dia sih?" "Yang namanya pacar tuh HARUS bales sms ato bbm gue secepat mungkin!" "Harus nelpon gue kalo lagi jauh" "Harus nemenin gue kemanapun gue mau" And so on And so on . . Tapi setelah gue keluar dari hubungan drama itu dan menjomblo selama setaon, gue ngeliat ke belakang dan gue mikir "Sumpah ya, apa yang gue pikirin sih dulu!?" Gue bingung parah ngeliat kelakuan gue dulu. Super labil dan malesin. BANGET. fiuh. Dan kalo misalnya gue ngeliat orang pacaran yang penuh drama kaya gue dulu gitu gua jadi maaalleeesss dan super jijik. Akhirnya selama setahun itu gue mikir banyak dan bertekad kalo suatu saat kalo gue punya pacar lag...

Thank You

Di post ini gue pengen bilang makasih sama semua orang yang udah ngasih gue masalah di sepanjang semester 4 ini. *Sebelum ada yang PD berkepanjangan, saya bilang duluan, kalian ada lebih dari 1. Ya, KALIAN. Plural. NOT singular.* Makasih karena kalian udah menjatuhkan mood saya, nginjek" perasaan saya, ngubek" pikiran saya, dan segala macem hal lainnya yang sengaja ataupun yang tidak ditujukan kepada saya. Sesungguhnya saya lelah, tapi orang hebat itu gak pernah lelah dan saya INGIN jadi orang hebat. Kenapa ingin? Karena saya bukan orang hebat. Saya bukan pohon kokoh yang tetap tinggi walaupun diterjang badai. Saya bukan batu karang yang diam diterjang ombak. *Iye gue tau kata "gombal", nyet!* Tapi saya ingin menjadi orang yang "terlihat" hebat. Saya bisa runtuh di dalam. Saya bisa menangis di dalam, tetapi saya tidak mau menunjukkannya ke luar. Sebagaimana peribahasa populer. Kalau kita memberitahukan masalah kita kepada orang lain, 15%nya tidak perduli d...

Expectations and Reality

"Sometimes you might get hurt by your own expectations upon somebody when the reality happens to be the exact opposite. " - Vani Sagita