Acception

Sometimes I as a young woman, find it hard to put a pin point about my feeling. I want all sort of different things and trying as hard as I can to maintain the image of what I have in my clustered mind. Same goes for people I surround my self with, I put up hopes & expectations for them to be what I want instead of accepting who they are. Last time I was bummed and thought that the worst would come because of my stupidity, I think somewhat clearer. I create problems by hating of what others don't have instead of focusing on what they are. Once I realized that, everything seems happier, I feel happier about my self, I feel happier about my life, I feel happier about my relationship, I feel happier in general. Feels like one invisible mental burden has been lifted up from my shoulder.

I spend time thinking about what other people might think, what others will judge, but then I thought to my self, I'm the one doing it, anything bad or good will be my consequences, I'm not putting any burden on anyone else, so why bother?

Another thing about acception, once I accept things for the way they are, everything becomes more beautiful. I can feel the butterfly in my stomach again, I can feel a comforting warmth fills me up again, I can't contain my big smile of happiness just by looking to his eyes. I kept thinking why, why him? Why can he make me feel like this? It's acception, he accepts me for the way I am, he never tries to change me or anything, he supports me to do what I want to do, he loves me for me not for what I have and don't. Acception, my friend, is the one trait you could never buy.

Managing Depression

I deeply believe that everyone has their own bit of depression. Some can shove it in and never letting it consume them, while some others can't help to contain. I would say I'm right in the middle. Sometimes I can just forget it and do things the way I like it, or some other times I just can't helped to be be affected by it, like it or not. I feel a lot more depressed when things don't go the way I wanted to, I'm a perfectionist so when I decided to do something, I want the best outcome. But you know life doesn't go that way, you always have take turns and side tracks to reach your main goal.

I'm not in a good place to say, I wanted it to be when I started all this, but what can I say. Being lost in my own journey, hating my self for not being the best that I can be, cursing my self for being like this, I'm broken. Not broken enough to be super kind to everybody, but I'm in the phase of I'm broken and I want to bring everyone else down with me. It's not good, isn't it? Not in any way good. As of now I can't yet to manage my stress that it lead me to feeling depressed. I realized the only thing that can make me get out of my depression as of now is success, so I won't stop going until I can feel happy and worthy again, I'm sorry for everyone I let down in this moment. I hope you understand.

Hitting Low

Straight to the point, I'm in a moment of not knowing what I should do with my life. I'm in a point where I just think that everything I want would not be achieved and having everybody around me thinks that I do nothing just makes it worst. I know other people opinion doesn't matter, but I'm not in a good place right now and everything just seems wrong.

I'm jealous with other people who seem to reach their dreams without even trying that hard, I'm jealous of people who just seem like they have smooth ways on getting where they are.  I'm jealous but I don't hate them, I hate my self. I hate my stupid brain of not knowing what to do. Looking around, everyone just know what they want to do, they decided to do it and they get what they want. I damned my self, I damned my life, I damned my fate, I damned my indecisiveness, I damned my skill, I damned my thoughts, I damned everything.

Well, to be not that ungrateful, I do feel His blessings on me alright. He gave me enough to do what I want, but I want more. I want to be successful, I want to make my parents proud of me, I want people to see my worth, I want more. Maybe God thinks that I'm not ready, I don't know. Maybe God thinks I still am not good enough, I don't know. Maybe God wants to give me hard time to prepare me for what He has next for me, I wish it's all about this, but I dont't know. I don't know.

Mimicking

Have you ever heard about the tendency of us mimicking the person we're talking to, or we're seeing when we're attracted to them? I've read that quote a lot of time but never really think that it's real. I never realized I've done it my self if he never point that out to me. He said, "Kamu aku perhatiin banyak ngikutin yang aku lakuin." and after he said it, I just fully realized that I am. Maybe because I like him so in my subconcious mind I try to be like him. Like if we watch a beauty tutorial and we love the finished results, we're most likely will follow the steps to achieve the look we see.

As in personal relationship, either with friends or significant others, I think it's one form of flattery anyone can give because most of people do it also in their subconcious mind. So if you see a person mimicking, following, re-doing your traits or habits, you should feel proud with yourself, cause they want to do it just like you. 

Saat Tersadar Akan Realita

Satu bulan yang sepi, banyak waktu yang tersedia untuk berpikir dan berbicara kepada diri sendiri. Kegundahan dan rasa galau yang wara-wiri sebelumnya berkumpul dan berdiskusi. "Aku sayang dia", ku ucap pada diri sendiri. "Aku ingin menikah", pikirku lagi. Ku timang-timang berbagai alasan pro dan kontra cukup lama sampai ku putuskan untuk tidak menjadi egois. Tujuanku sekarang adalah mencari pasangan yang serius, yang artinya jika aku ingin semua berjalan lancar aku harus mencari yang juga bisa diterima oleh kedua orang tuaku.

Syarat utama, syarat yang mutlak, harus juga sama-sama keturunan chinese. Memang satu ras juga belum tentu artinya hubungan dapat berjalan lancar dan baik, tetapi hal itu dianggap bisa meminimalisir miskomunikasi yang terjadi karena pola pikir dan kebiasaannya sedari kecil kurang lebih mirip. Bagi yang sudah mengenalku sedari lama pasti tau, aku tidak memiliki rasa ketertarikan dalam menjalin hubungan asmara dengan sesama chinese. Entah mengapa itu bukan seleraku. Tetapi aku berpikir, aku tidak boleh egois, aku tidak mau mengecewakan kedua orang tuaku dengan menikahi orang yang mereka tidak restui karena pernikahan artinya membuat dua keluarga menjadi satu, bukannya aku yang memiliki dua keluarga terpisah, bukan seperti itu yang aku inginkan. Aku ingin semuanya dapat saling menerima, saling membuka tangan tanpa harus aku berada di tengah sebagai mediator.

Dengan berat hati aku memutuskan hubungan yang sangat bermakna ini dengan durasi yang baru seumur jagung.  Lebih baik kusudahi sekarang daripada nanti saat semuanya sudah begitu dalam dan sulit untuk keluar.

Sangat berat untuk melepasnya. Dia datang ketika aku sedang rapuh, ketika aku butuh bahu untuk bersandar, ketika kepercayaan diriku sedang tidak pada tempatnya, ketika aku tidak bisa menemukan semangat, ketika aku butuh untuk dikuatkan. Kami memang saling membutuhkan saat itu, tetapi dia yang lebih banyak memberi padaku hal-hal yang aku butuhkan. Bukan yang aku minta, tapi yang aku butuhkan. Dia mengembalikan kepercayaan diriku, dia menghapus depresiku, dia memacu semangatku, dia menguatkan aku, dan yang paling penting, dia membuatku bahagia lagi. Dia yang mengembalikan senyumanku menjadi kembali ikhlas, sebagai tanda pengungkapan rasa senang, bukan sekedar aksesoris sosialisasi.

Waktuku bersamanya tak lama, tapi cukup untuk meninggalkan kesan yang begitu mendalam. Dia menunjukan padaku bagaimana mencintai orang lain dengan sepenuh hati. Dia menunjukan padaku bagaimana seharusnya wanita diperlakukan dan dihargai.

Terima kasih ya, Na untuk semuanya yang sudah kamu berikan ke aku, untuk semua yang sudah kamu tunjukan ke aku, untuk semua rasa sayang dan waktumu untuk aku. Selamanya aku gak akan bisa melupakan kebaikan kamu. Aku selalu doakan yang terbaik untuk kamu, jaga diri baik-baik yah. :)

Tiba-tiba terkena serangan mellow

Abis di tag video orang prewed sama si oneng, terus lagunya enak banget, sendu-sendu romantis, eh gue langsung baper. Abang lagi sibuk, lagi UAS ceunah, telponan jarang-jarang, telponan juga kasian liat mukanya stress. Semangat ya, Bang, bersusah-susah dahulu bersenang-senang kemudian.

Sebelom lanjut baca setel dulu videonya buat jadi background music.



Mellownya juga bukan cuma karena pasangan aja sih, tapi hidup secara general juga bikin mellow. Di saat perasaan telat dalam hidup. Telat menemukan apa yang gue mau, telat mengejar apa yang gue mau, telat mendapatkan apa yang gue mau. Lingkungan semua mendukung banget tapi kalo lagi ngebandingin diri sama yang udah mulai duluan jadi sedih gitu, kayanya ketinggalannya jauh banget. Sedih sih, tapi kalo diem doang juga ga akan membawa gue kemana-mana. Harus usaha semaksimal mungkin melakukan apa yang bisa dilakukan. Pernah baca, cobaan usaha sendiri itu ada di 3 tahun pertama. Gue harus sabar dan gigih menjalani susah senang di bidang yang baru gue fokusin ini. Harus serius ngejalaninnya dan fokus. Usaha gak akan membohongi hasil. Bagian gue untuk berusaha semaksimal yang gue bisa, rejeki udah ada yang di atas yang ngatur.

Holiday oh Holiday

Kayanya udah lamaaa banget dari terakhir kali gue liburan. Selalu gak pernah jadi karena temen-temen gue rata-rata pada anak kantoran yang bisanya weekend, yang mana lokasi wisata itu jadinya rame, sedangkan gue gak suka yang rame-rame. Sempet juga mikir, kayanya duit gue abis mulu, jadi ga ada dana untuk liburan, tapi kalo dipikir-pikir, duit gue itu abisnya lebih ke barang. Gue mengisi kekosongan hati ini dengan barang yang happynya paling cuman seminggu setelah dapet, abis itu kosong lagi. Gue juga ngerasa udah keluar duit banyak banget sih buat beli benda-benda makeup yang memang buat makeup kit gue sih, tapi udah kebanyakan aja gitu. Mau nabung aja, duitnya buat jalan-jalan. Kalo ga ada yang bisa nemenin yaudah jalan sendiri aja. Butuh banget diem, bengong, menikmati waktu tanpa dikejar deadline atau mikir bulan depan dapet job apa gak. Hahahaha. Maklum freelancer, kerjaannya gak pasti, walaupun gue yakin seyakin-yakinnya Tuhan udah kasih rejeki bagi setiap insan manusia yang ada di dunia, cuma namanya kita manusia kan punya rasa khawatir. Yang gue fokusin sekarang adalah untuk menyiapkan diri jadi begitu Tuhan kasih kesempatan gue bisa ngejalanin dengan baik.

Balik lagi ke liburan, sebenernya tujuan utama gue itu Malang, karena dingin dan banyak tujuan wisata yang bagus-bagus kaya Jatim Park, Batu Night Spectacular, dan lain-lain. Gue anaknya kan bertubuh besar, banyak lipatan lemak, kalo panas itu gengges banget gak nyaman. Makanya gue pengen banget ke Malang. Sebenernya dulu pas kuliah gue pernah main ke Batu, tapi waktu itu belom ada mainan-mainan seru kaya sekarang, atau mungkin gue yang gak tau, haha. Sekalian kalo udah kesana kan bisa main ke Bromo, gue belom pernah juga tuh. Pengen liat matahari terbit sambil minum teh anget sama makan cimol. 

Powered by Blogger.

Followers